Jumat, 18 Desember 2009

Menakar Perubahan diakhir Tahun 1431 H

Tanpa disadari, siklus waktu telah mengikis kehidupan kita. Itu bertanda waktu terus mengitarai titik orbit yang takberkesudahan. Naumn, seiring mekanisme alam ini, ada keniscayaan yang seharusnya kita maknai, kita fahami untuk menjadi manusia baru yang jauh lebih baik dari waktu sebelumnya

Di negeri barat yang sekuler kita sering mendengar orang menyukuri bertambahnya usia dengan ucapan "happy birthday" atau di Indonesia sama halnya orang sering mengucapkan "selamat ulang tahun, selamat tahun baru dan seterusnya. Tapi tentu bagi kita yang berakal plus beriman, waktu bukanlah obyek yang disukuri. sebab waktu hanya tanda, realitas yang harus dibaca dengan konsepsi yang utuh "The dips Structure of reality" bacaan yang mendalam terhadap realitas sebagai tanda untuk memahami titik sentral Tuhan sebagai yang telah menganugerahkan segala sesuatu di alam materi bumi.

Yang kita inginkan adalah sisi lain dari waktu yang mampu menyirat atau menyingkapkan alam transendent yang selama ini tertutup oleh mata penuh dosa, Sesungguhnya rotasi waktu dalam pendekatan alam materi hanyalah suatu gerak alamiah yang bersandar pada kefanahan bumi, dan sisi kenisbian indra manusia yang cenderung materialistik. Perputaran waktu dari siang menjadi malam,..hanyalah tanda karena setiap dimensinya harus didalami dengan refleksi mata bathin yang jernih.

Transposisi gerak perubahan manusia adalah sesuatu yang bersandar pada alam subyek, alam kerohanian, atau alam spiritual. Karena esensi perubahan yang sesungguhnya adalah ketika kita mampu beranjak dari tangga batin spritual yang satu ke yang berikutnya, hingga menjamah nilai-nilai kelembutan, kehalusan, kedamaian yang penuh dengan kasih dan anugera Rabbul Jalal wal Ikram.

Sembari kita terus berharap dan berdo'a kepada Allah, ya Tuhanku,..Aku bersukur padaMu karena hari ini dengan kuasaMu masih menyisahkan sedikit nafas bagiKu untuk melanjutkan hidup entah sampai kapan seperti yang Kau maui....Tapi,..Aku tak sanggup menanti lama dan segera menjamah hekat perubahan yang pernah Kau Janjikan dalam Kitab putihMu.

Hari ini, kita harus benar benar-benar menyadari bahwa semua perubahan ini akan kembali pada nilia-nilai sentral ke_Ilahian, mengikuti mekanisme dan hukum adikodrati yang telah tercatat dalam khittoh-Tuhan. Seluruh isi alam ini bertasbih pada_Nya, mengikuti dan memahami keagungan-Nya, terkecuali orang-orang yang buta mata batinnya untuk memaknai pergantian waktu dan seluruh perubahan yang tersirat di dalamnya.

Tidak ada komentar: