MANADO— Posisi perbankan nasional di Sulut mulai rapuh. Nasabah kredit dan simpanan segmen kecil dan menengah mulai digerus oleh bank asing yang berladang di Manado. Demikian amatan Komisi XI DPR RI saat hearing dengan pimpinan perbankan nasional maupun BPR di Sulut di Kantor BI Manado Kamis pagi.
”Makin banyak bank di Sulut yang mulai menyalurkan kredit usaha kecil, dengan bunga yang bersaing. Ini sebenarnya yang harus diawasi sejumlah perbankan nasional di Sulut,” ujar Emil Muis, Ketua Komisi XI DPR RI, kemarin.
Mohammad Ichlas Elqudsi dari FPAN menyorot penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dinilai di Sulut sangat minim. Dari data yang mereka miliki KUR yang diserap sektor kredit usaha mikro dari masyarakat masih kecil. Ini seharusnya menjadi pelajaran, karena kalau kondisi begini terus perekonomian daerah bisa mengalami tren negatif.
”Nantinya kami akan mencoba memfasilitasi di departemen keuangan untuk menyesuaikan suku bunga bagi kredit kecil ini, agar bisa meningkatkan sejumlah perekonomian tersebut,” kata Elqudsi dan Muis.
Musi menambahkan bank-bank nasional di Sulut bisa fokus ke usaha kecil dan mikro. Terlebih khusus KUR ini yang memang cenderung minim di Sulut.
Anggota Komisi XI lainnya,Timo Pangerang mengungkapkan, kredit usaha kecil seperti pertanian memang mengalami penurunan amat jauh di Sulut. Itu disebabkan ada perubahan skema kebijakan dari pemerintah. Di mana untuk kredit sektor pertanian ini, masuk dalam kategori kredit usaha kecil. ”Ekspor komoditi pertanian juga mengalami penurunan, padahal penyerapan kredit ekspor yang ditawarkan menjanjikan dan lebih menguntungkan pihak eksportir,” jelasnya.
”Hal seperti ini menjadi acuan DPR RI untuk dibahas, agar ada peningkatan khusus sektor usaha kecil termasuk pemberian kredit bagi usaha kecil itu, agar tidak direbut bank swasta asing,” tambah anggota dari Fraksi PD ini. Deputi BI Manado Mohamad Najib menyatakan, untuk penyerapan kredit usaha kecil itu mengalami penurunan dilihat dari data sampai November. Ini menjadi perhatian serius pihak perbankan nasional yang ada di Sulut. ”Untuk itu kami juga mengharapkan pimpinan dan anggota DPR RI dapat membawa kondisi ini sampai di Departemen Keuangan, agar ada kebijakan yang lebih memihak kepada penyaluran kredit usaha kecil itu,” tegas Najib. (sky)
Minggu, 13 Desember 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar